BANDA ACEH - Dalam rangkaian Aceh Film Festival 2016 (AFF) yang diadakan sejak September, terdapat salah satu program yang dinamak...
BANDA ACEH- Dalam rangkaian Aceh Film Festival 2016 (AFF) yang diadakan
sejak September, terdapat salah satu program yang dinamakan Kelas Kritik Film. Program yang bekerja
sama dengan Cinema Poetica ini terbuka untuk umum. Kritik film yang pada hakikatnya
berusaha mencari koherensi dalam nilai intrinsik film guna mencapai
kesempurnaan asosiasi antara realitas film dan realitas sehari-hari dari
penonton.
Direktur festival AFF, Azhari
mengatakan “Kelas kritik film adalah ruang untuk membaca dan memahami bagaimana
sebuah film itu bisa menjadi bagian dari kehidupan kita. Lewat film, kita bisa
melihat dan memahami dimensi ruang, waktu, sisi sosial, budaya, ekonomi,
politik, dan ideologi” ungkapnya.
Dalam konteks yang berbeda, umumnya yang mengkritisi film
adalah kritikus film, akan tetapi AFF dalam
program ini memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk ikut berpartisipasi
dalam memberikan tanggapan atau opini terhadap film yang ditontonnya .
Aceh Film Festival yang dipelopori oleh Yayasan Aceh Documentary dalam hal ini bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Aceh terus menggalakkan apresiasi terhadap karya-karya sineas muda Aceh lewat berbagai program unggulan seperti kelas kritik film untuk masyarakat. Hal ini tentunya untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap karya film, terutama film dengan jenis dokumenter. Untuk itu, AFF juga melibatkan berbagai komunitas film yang ada di Aceh.
Menurut Jamaluddin Phonna, yang merupakan Ketua Umum Yayasan Aceh Documentary. “Sebenarnya tujuan utama Kelas Kritik Film bukanlah untuk masyarakat umum, akan tetapi khusus untuk para penggiat film itu sendiri, dengan harapan adanya catatan-catatan dan tulisan-tulisan yang mampu melihat karya dari berbagai sudut pandang. Program ini pun dijadikan sebagai tolak ukur bagi Filmmaker Aceh dalam berkarya dan mendukung perkembangan film di Aceh. Sekarang Kelas Kritik Film hadir di Aceh untuk mengetahui apakah Aceh mampu atau memiliki kritikus dan kreator film” jelasnya.
Aceh Film Festival yang dipelopori oleh Yayasan Aceh Documentary dalam hal ini bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Aceh terus menggalakkan apresiasi terhadap karya-karya sineas muda Aceh lewat berbagai program unggulan seperti kelas kritik film untuk masyarakat. Hal ini tentunya untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap karya film, terutama film dengan jenis dokumenter. Untuk itu, AFF juga melibatkan berbagai komunitas film yang ada di Aceh.
Menurut Jamaluddin Phonna, yang merupakan Ketua Umum Yayasan Aceh Documentary. “Sebenarnya tujuan utama Kelas Kritik Film bukanlah untuk masyarakat umum, akan tetapi khusus untuk para penggiat film itu sendiri, dengan harapan adanya catatan-catatan dan tulisan-tulisan yang mampu melihat karya dari berbagai sudut pandang. Program ini pun dijadikan sebagai tolak ukur bagi Filmmaker Aceh dalam berkarya dan mendukung perkembangan film di Aceh. Sekarang Kelas Kritik Film hadir di Aceh untuk mengetahui apakah Aceh mampu atau memiliki kritikus dan kreator film” jelasnya.
